Beranda Merauke Hari Ini Tertibkan Izin Trayek dan KIR, Dishub Gelar Razia

Tertibkan Izin Trayek dan KIR, Dishub Gelar Razia

0
Para pengemudi   mobil yang terjaring dalam razia yang digelar Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke  kerja sama dengan Satlantas dan Polisi Militer  saat menghadap petugas dari Dishub untuk selanjutnya segera mengurus  pelanggaran  yang dibuatnya, Senin (23/9)  ( FOTO : Sulo/Cepos )

MERAUKE-  Dalam rangka menertibkan   izin trayek  dan KIR, Dinas Perhubungan Kabupaten Merauke  mengelar  razia dengan  melibatkan  Satuan  Lalu Lintas Polres Merauke dan Polisi Militer, di Jalan Raya Mandala  Merauke, Senin (23/9). Dalam razia      tersebut, sejumlah    kendaraan  roda empat  ditilang Satuan Lalu Lintas Polres  Merauke   plat mobil  yang belum  dipasang atau STNK yang  sudah mati. 

   Kepala Seksi   Lalu Lintas Bidang Darat Dinas Perhubungan  Kabupaten Merauke Hasim Ashari AB  ditemui  media ini disela-sela kegiatan  tersebut mengungkapkan   kegiatan yang dilaksanakan pihaknya ini merupakan bagian dari pengawasan   terpadu dalam rangka menertibkan  mobil angkutan umum, pickup   dan truk.  

 ‘’Untuk  mobil angkutan penumpang, kita   cek   terkait dengan  izin trayeknya dan KIR. Sementara    untuk pickup dan truk  yang kita  cek terkait dengan masalah KIR,’’ katanya. 

Menurutnya,  pemeriksaan ini dilakukan selama 3 bulan  dan untuk  bulan September  ini  merupakan  kegiatan kedua dari yang   terakhir.  ‘’Dalam satu bulan, kadang 2-4 kali   kami menggelar   razia terpadu seperti ini,’’ jelasnya. 

  Dikatakan, dari hasil   evaluasi terhadap  razia yang sudah dilakukan tersebut   kesadaran dari para   pemilik kendaraan maupun pengemudi sudah cukup  baik. Apa yang   disampaikan diterima dengan baik dan  dapat dilaksanakan. 

  Selain itu, diakui bahwa   ada juga diterimukan mobil angkutan penumpang  sudah 3 tahun izin trayeknya  mati.  Namun dengan alasan bahwa   bahwa  biasanya mobil tersebut berada di bengkel cukup  lama kadang sampai 1 tahun. Jika   izin trayek sudah   mati sampai  3 tahun, menurut Hasim Ashari,  dari Dinas Perhubungan memberikan  kebijakan  untuk membayar 1-2 tahun. Sedangkan 1 tahun   tidak  lagi dibayar. ‘’Kita lihat  dari kondisi mobilnya  juga. Apalagi, sekarang ini   penumpang semakin sepi  karena  masyarakat  Merauke rata-rata memiliki roda dua, sehingga jarang    yang menggunakan angkutan umum.   Ini juga menjadi   pertimbangan dan kebijakan dari kantor,’’ tandasnya.  

  Hasim Ashari menambahkan bahwa  dalam  razia ini  pihaknya telah melibatkan Polisi Meliter (POM) dan Satuan Lalu Lintas Resor Merauke. (ulo/tri).    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here