Tertibkan Pengendara, Polres Merauke Gelar Operasi Patuh Matoa

By
Kapolres Merauke AKBP Bahara Marpaung, SH saat memasang   pita  tanda dimulainya  Operasi Patuh Matoa 2019 kemarin.   (FOTO :  Sulo/Cepos )

MERAUKE-    Dalam   rangka menertibkan  para  pengendara kendaraan di Merauke baik  roda dua maupun  roda empat, Kepolisian Resor Merauke menggelar Operasi Patuh  Matoa 2019 ditandai   gelar pasukan apel di halaman Mapolres Merauke,  Selasa (24/9).  Operasi Patuh ini akan berlangsung sampai 7 Oktober  mendatang.  

   Kepada  wartawan,  Kapolres  Merauke AKBP  Bahara Marpaung, SH didampingi  Kasat Lantas AKP M. Iskandarsyah, mengungkapkan,   operasi ini   sebenarnya secara serentak dilaksanakan   beberapa waktu lalu, namun karena situasi dan kondisi  keamanan di Papua  yang terjadi pada 29 Agustus lalu, sehingga  untuk Polda Papua baru dilaksanakan secara serentak   pada 24 September  sampai 7 Oktober    2019. 

   Adapun yang menjadi titik berat atau sasaran dari operasi patuh ini, kata Kapolres adalah dengan harapan angka kecelakaan maupun angka pelanggaran  lalu lintas  di Kabupaten Merauke mengalami penurunan. Sebab, untuk jumlah kasus kecelakaan  lalu lintas pada periopde Januari-Agustus 2019 dibandingkan  periode yang sama pada  tahun 2018 menglami peningkatan sebesar 40 persen. Begitu juga dengan jumlah korban  manusianya mengalami peningkatan. 

  “Begitu juga pelanggaran  lalu lintas mengalami  peningkatan dibandingkan tahun lalu. Dengan adanya  operasi patuh matoa 2019 ini, kita berharap data atau angka  pelanggaran di Polres Merauke  bisa menurun sehingga ketertiban, keselamatan, kelancaran lalu lintas bisa lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya,’’ katanya. 

    Dijelaskan,  untuk pelanggaran lalu lintas yang banyak  ditemukan adalah  mengendarai sepeda motor  tanpa menggunakan  helm,  tidak memiliki atau membawa  SIM saat mengendarai sepeda motor  dan pelanggaran lainnya.    Sementara dalam operasi  patuh ini ada 8 item  yang menjadi sasaran prioritas pelanggaran yakni  tidak menggunakan helm, melawan arus, menggunakan handphone sata berkendara, berkendara dalam keadaan mabuk, melebihi batas kecepatan, berkendara dibawah umur, tidak menggunakan sabuk pengaman dan menggunakan lampu rotator strobo.    

   Berdasarkan data   laka lantas Polres Merauke  dari Januari- Agustus  2019, jumlah   kecelakaan lalu lintas yang  terjadi sebanyak 201  kasus, dimana  dari jumlah  tersebut  tercatat 24  diantaranya meninggal dunia, 77 mengalami luka berat dan 234 diantara mengalami luka ringan. Sementara  dari sisi  kerugian material sebesar  Rp 1,5 miliar. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: