Test Event Tak Ditangani Bidang Konsumsi Sub PB PON Kota Jayapura

By

Perihal Makanan Tak Layak Konsumsi Pada Perhelatan Test Event Cabor Sepatu Roda

PORT NUMBAY- Nasi kotak mendadak viral di dunia maya akhir pekan lalu. Pasalnya, menu nasi kotak yang disajikan bagi atlet dan ofisial pada test event sepatu roda sudah tidak layak konsumsi, dalam hal ini basi. Ketua Sub PB PON Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., angkat bicara perihal tersebut.

Kata Mano, test event tersebut memang diselenggarakan Sub PB PON Kota Jayapura. Namun, untuk konsumsi yang disajikan itu bukanlah ditangani Sub PB PON Kota Jayapura, melainkan secara khusus ditangani Bidang I Sub PB PON Kota Jayapura.

“Jadi berbeda. Bidang I Sub PB PON Kota Jayapura yang kelola dana itu dan mereka lakukan pelelangan untuk pihak ketiga tangani konsumsi, bukan oleh panitia inti Sub PB PON Kota Jayapura. Jadi, jangan dikira bahwa yang menangani konsumsi test event ini dari Sub PB PON Kota Jayapura. Tidak, yang tangani itu Bidang I Sub PB PON Kota Jayapura,” beber Dr. Benhur Tomi Mano, MM., kepada Cenderawasih Pos via telepon, Minggu (19/9) kemarin.

Sebaliknya, yang menangani konsumsi bagi atlet dan ofisial saat pelaksanaan PON di sub klaster Kota Jayapura adalah PT Imari Nourriture Indonesia yang sudah berpengalaman menangani konsumsi perusahaan besar di Jakarta, termasuk rumah sakit, serta bahkan menangani konsumsi saat SEA Games Jakarta.

“Bidang konsumsi Sub PB PON Kota Jayapura itu sudah siap memberi makan semua atlet dan ofisial. Kami sudah siap, termasuk juga nanti ada ahli gizinya. Itu semua ditangani PT Imari Nourriture Indonesia,” terangnya.

“Kalau dari awal itu (test event) diserahkan kepada bidang konsumsi Sub PB PON Kota Jayapura, saya pikir tidak akan jadi masalah. Karena PT Imari Nourriture Indonesia sangat professional dan sudah berpengalaman,”sambungnya.

Demikian, Mano tak ingin masyarakat salah paham perihal konsumsi yang disajikan pada test event cabor sepatu roda tersebut.

“Jangan sampai masyarakat salah paham bahwa yang memberi konsumsi di test event kemarin itu sama dengan yang nantinya menangani konsumsi di sub klaster Kota Jayapura. Itu tidak demikian, karena berbeda,” jelasnya.

“Jangan orang bilang yang memberi makan pada test event itu panitia konsumsi dari Sub PB PON Kota Jayapura. Karena untuk kita, PT Imari Nourriture Indonesia akan melakukan simulasi besok (Senin) dengan melibatkan 660 relawan,” tambahnya.

Perihal makanan basi tersebut, Ketua Panpel Cabor Sepatu Roda, Yonas Randan Buak, menjelaskan bahwa hal itu merupakan bagian dari uji coba untuk menuju sukses PON.

“Sehingga menurut kami, itu adalah hal wajar bagi kami untuk perbaikan ke depannya pada saat 27 September nanti (pertandingan),” terang Yonas Randan Buak.

Sedangkan Technical Delegate Sepatu Roda, Jefri Abel, menyebutkan bahwa penyelenggaraan suatu pertandingan tidak lepas dari masalah. Namun, bagaimana keluar dari masalah itu yang menjadi penting.

“Mereka (kontingen) datang bukan untuk makan enak di Papua. Mereka datang ke Papua untuk raih medali. Tugas kita sebagai penyelenggara PON ini akan menyediakan konsumsi. Dan kita sudah menemukan cara untuk menyelesaikannya. Ini sudah langkah yang baik. Demikain, isu-isu seperti ini bukan sesuatu yang luar biasa. Justru yang harus kita lebih perhatikan adalah isu makro, seperti soal listrik,” jelas Jefri Abel. (gr/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: