Tetap Ikuti SE Gubenur, Masuk Wamena Wajib PCR

By

WAMENA-Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua, SE, MSi mengaku meski saat ini penerbangan di Jawa -Bali sudah memberlakukan rapid swab antigen bagi penumpang pesawat, namun untuk di Jayawijaya masih mengikuti edaran dari Gubernur Papua. Yakni,  menggunakan hasil tes PCR, dan hingga saat ini belum ada perubahan.

  “Memang kita lihat saat ini sudah mulai kembali menggunakan antigen khusus di Jawa dan Bali, namun untuk Papua ini surat edaran dari Gubernur Papua yang memberlakukan Pemeriksaan PCR untuk keluar masuk di Bandara Sentani Jayapura masih diberlakukan,”ungkap Bupati Jhon R Banua, Kamis (12/8) kemarin.

  Untuk Kabupaten Jayawijaya sendiri, kata Jhon Banua, meskipun bandara sudah dibuka namun untuk penumpang yang akan menuju ke Wamena harus menggunakan PCR.  Sedangkan penumpang yang dari Wamena hanya menggunakan pemeriksaan antigen saja, sebab alat PCR di Wamena hanya dilakukan untuk pasien Covid.

  “Kalau penumpang dari Wamena dikenakan Antigen karena Catridge PCR kita juga terbatas , sehingga kita tidak layani untuk kepentingan penerbangan,”katanya.

  Bupati juga mengakui kalau biaya pemeriksaan PCR lebih mahal dari harga tiket Jayapura –Wamena. Namun karena sudah ada edaran Gubernur Papua  dan angka pasien Covid -19 di Jayawijaya cukup tinggi, tetap gunakan PCR. Mungkin bila hasil evaluasi  angka Covid -19 di Jayawijaya sudah menurun, maka akan dilaporkan ke Gubernur untuk ditinjau kembali.

  “Kalau sudah turun mungkin kita akan laporkan strategi apa lagi yang akan diterapkan, sebab mungkin keadaan ini tidak akan terus berlangsung lama, hanya sebentar saja untuk melihat angka Covid -19 di Jayawijaya yang masih cukup tinggi,”bebernya.

  Ditambahkan Bupati Jhon bawha meski angka pasien yang dirawat masih berjumlah 368, namun kini mulai menunjukkan angka kesembuhan lebih besar dari warga yang terpapar. Seperti kemarin,  ada 3 warga yang ditemukan positif, namun untuk yang dinyatakan sembuh ada 19 Pasien.

  “Kami berharap perkembangan ini bisa terus membaik untuk Jayawijaya dimana yang mengalami kesembuhan cukup banyak bisa terus dipertahankan,”bebernya

  Sementara untuk tempat karantina memang sampai saat ini masih penuh dan ada juga pasien yang masih melakukan Isoman di rumah, namun ini terus dipantau oleh tim satgas Covid -19 Jayawijaya sehingga meskipun Isoman namun tetap mendapat perawatan.

   “Mereka yang Isoman ini hanya untuk pasien tanpa gejala yang tidak membutuhkan peralatan medis, sehingga masih bisa untuk dilakukan perawatan di rumah,”tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: