Tidak Miliki Swab PCR, Puluhan Calon Penumpang Lion Batal Berangkat

By

MERAUKE- Puluhan calon penumpang Lion Air yang akan melakukan perjalanan dengan tujuan Makassar-Jakarta batal berangkat, Kamis (8/7). Puluhan  calon penumpang tersebut batal berangkat karena tidak memiliki hasil swan PCR yang wajib dikantongi oleh setiap penumpang yang akan masuk Makassar dan Jakarta. 

   Asnidar, salah satu calon penumpang dengan tujuan Makassar bersama dengan 5 anggota keluarganya batal berangkat. Asnidar mengaku telah membeli tiket beberapa waktu lalu  dengan harga tiket kurang lebih Rp 2 juta  dan telah melakukan rapid antigen. 

  “Kalau hasil rapid antigennya sudah ada, cuma persyaratan untuk masuk ke Makassar  wajib  PCR. Sementara  di Merauke  belum tersedia PCR khusus untuk pelaku perjalanan,’’ jelasnya.  

   Asnidar  mengaku pasrah dan menerima tidak bisa berangkat  karena  tidak memiliki hasil swab PCR. “Kita terima saja, karena itu keputusan pemerintah demi kebaikan bersama,” jelasnya. 

   Asnidar mengaku memindahkan jadwal tiketnya tersebut ke tanggal 21 Juli mendatang. “Kita juga belum tahu apakah tanggal itu sudah bisa dipersyaratkan untuk rapid antigen kembali.  Tapi kalau tetap hasil swab PCR, kemungkinan nanti tidak bisa berangkat. Nanti kita lihatlah,” jelasnya. 

  Sementara itu, Alexander, penanggungjawab Lion Air di Merauke  ketika dihubungi  Cenderawasih Pos membenarkan  jika puluhan  calon penumpangnya tersebut  gagal berangkat karena tidak  memiliki PCR. 

   “Kita hanya mengikuti peraturan pemerintah  dimana mewajibkan hasil swab PCR dan kartu vaksin  maka diberlakukan bagi calon penumpang,” katanya. 

  Namun  untuk penumpang dari Merauke-Jayapura, masih bisa tetap menggunakan  hasil rapid antigen. Dikatakan, calon penumpang yang batal berangkat karena tidak memiliki hasil swab PCR tersebut diberi 2 pilihan. Pilihan pertama melakukan schedul ulang atau meminta pengembalian uang tiket yang sudah dibeli. “Kalau minta pengembalian, hanya potong biaya administrasi saja,” katanya. 

  Diakui Alex  bahwa mulai  tanggal 10-20 Juli mendatang, pihaknya mengcancel penerbangan dari dan ke Merauke, baik Lion Air maupun  Batik Air yang masuk ke Merauke. “Cancel ini  karena alasan operasional,” tambahnya. 

  Diketahui, sampai saat ini Merauke baru memiliki 1 alat PCR  di RSUD Merauke. Namun menurut Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Merauke dr. Nevile R. Muskita bahwa alat  PCR tersebut hanya diperuntukan untuk melakukan pemeriksaan sampel swab pasien Covid-19. Sementara untuk pelaku perjalanan belum  bisa dilakukan karena  untuk sampel swab pasien Covid-19 masih antre untuk dilakukan running atau pemeriksaan.  (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: