Tidak Susun APBK, Dana Desa Satu Tahun Hangus

By
I Made Ambara  ( FOTO: Sulo/Cepos )

MERAUKE-Pemerintah  daerah bersama seluruh kampung   di tahun  2020   diharuskan  untuk segera merampungkan  Anggaran Pendapatan  dan Belanja  Kampung (APBK)  sebelum  Juni. Pasalnya, jika  kampung tidak bisa  merampungkan  APBK sampai batas  Juni  untuk  dapat pencairan  tahap pertama, maka   dana desa yang  akan diterima  kampung  tersebut di tahun  2020   hangus  atau tidak  ada.  

  “Kalau  tahun-tahun sebelumnya masih ada namanya  Silpa. Tapi di tahun   2020  ini, jika  APBK  belum  rampung   sampai bulan Juni untuk  pencairan tahap  pertama, maka   dana  desa   tidak akan  akan cair,’’ kata   Kepala Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara Merauke  I Made Ambara kepada media ini  baru-baru ini.  

   Menurut  I Made Ambara, jika   tahap pertama  sudak tidak cair maka  tahap  kedua dan ketiga  tidak  bisa cair. Artinya, dana desa di  tahun 2020    tersebut  tidak  bisa diterima di tahun-tahun berikutnya atau hangus. 

    Menurut  I Made Ambara, salah satu  yang menjadi  titik tolak adanya perubahan  ini   adalah police dari  Presiden  bahwa banyak dana transfer  dan dana desa yang mengendap   di rekening kas  daerah. Karena  itu dana desa tersebut tidak lagi singgah  di kas  daerah tapi  langsung  masuk ke  rekening kampung. 

  Namun  untuk  bisa  masuk ke rekening  kampung, kampung harus   membuat  pertanggungjawaban  dana  tahun sebelumnya. Setelah membuat  APBK   sampai batas waktu   Juni   2020. Perubahan lainnya, kata  I Made   Ambara adalah presentasi. Tahun   2020  untuk tahap pertama sebesar 40 persen, tahap   kedua 40 persen dan tahuan ketiga 20 persen. 

  “Tapi besarnya  dana diterima setiap kampung  ditetapkan bupati. Untuk tahap  pertama, persyaratannya  pertama   perbup bupati yang merinci alokasi dana desa perkampung.    Yang menentukan   besarnya dana kampung setiap kampung oleh  peraturan bupati. Tapi, mengikuti atiuran-aturan atau rambu-rambu yang ditetapkan di Peraturan Menteri Keuangan (PMK),’’   terangnya. 

   Ditambahkan, untuk  pencairan   dana desa tersebut  tidak dilakukan  sekaligus  untuk semua kamppung seperti  yang terjadi selama ini, namun   dicairkan  perkampung. ‘’Kalau sudah kampung sudah   siap  di bulan Februari ini maka bisa  langsung dicairkan,’’ tandasnya. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: