Tiga Pemain Asing Bisa Diturunkan

By

Persipura Jayapura vs Persebaya Surabaya

Saatnya Bangkit
JAYAPURA-Persipura Jayapura akan menghadapi Persebaya Surabaya pada lanjutan kompetisi Liga 1 seri kedua yang dilaksanakan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (15/10) pukul 20.15 WIT.
Pertandingan ini akan menjadi duel sengit, mengingat kedua tim sama-sama berada di papan bawah. Kedua tim akan saling sikut untuk memperebutkan tiga poin untuk mendongkrak posisi mereka dari papan bawah.
Persebaya menduduki peringkat ke-12 dengan raihan enam poin hasil dua menang dan empat kalah. Persipura malah lebih buruk karena berada di posisi ke-14 klasemen sementara dengan raihan lima poin. Mutiara Hitam meraih satu menang, dua seri, dan tiga kalah.
Kini, mereka sama-sama ingin bangkit di seri kedua. Apalagi, kekuatan skuat keduanya mumpuni untuk bisa bersaing di papan atas.
Persipura mesti harus hati-hati dalam laga ini. Mengingat Persebaya memiliki deretan pemain depan yang mengerikan. Hingga kini, Persebaya merupakan salah satu tim yang paling produktif dengan 10 gol. Tapi memiliki pertahanan paling rapuh karena kebobolan 12 gol.
Sementara Persipura baru mencetak 5 gol dan kebobolan 7 gol. Tentu catatan ini akan menjadi warning bagi pasukan Mutiara Hitam julukan Persipura Jayapura.
Persebaya juga bukanlah klub yang mudah ditaklukkan oleh Persipura. Dari lima kali pertemuan, Persipura dan Persebaya meraih hasil imbang yaitu dua kali menang, sekali seri dan dua kali kalah.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada kompetisi Liga 1 2020 silam. Saat itu, Persipura berhasil membungkam Persebaya di depan pendukungnya dengan skor 4-3. Pertandingan ini juga menjadi laga pamungkas Liga 1 2020 sebelum dihentikan karena pandemi Covid-19.
Persipura juga dipastikan tampil pincang dalam laga ini. Tim kebanggaan masyakat Papua itu tidak bisa diperkuat tiga pemain pentingnya, Gunansar Madowen, Ramai Rumakiek dan Irsan Lestaluhu yang sedang membela panji Garuda Indonesia.
Untungnya Jacksen dalam pertadingan ini sudah bisa menurunkan tiga pemain asingnya, Marcelino Motta, Takuya Matsunaga dan Yevhen Bokashvili yang telah kembali dari cedera panjang.
“Untuk Taki dan Yeven sudah sembuh. Sekarang hanya tinggal pengembalian fisik mereka karena sudah lama tidak latihan. Begitu juga dengan Motta sudah siap,” ungkap Fisioteraphy Persipura Jayapura, Dian Erfianto P kepada Cenderawasih Pos via telepon selulernya, Jumat (15/10).
Meski secara medis telah siap, tapi Erfianto menyebutkan bahwa semua putusan kembali kepada pelatih kepala, Jacksen F. Tiago.

“Untuk besok (sabtu-red) main atau tidak itu semua keputusan pelatih, kalau dari fisio sudah oke,” pungkas Erfianto.
Secara terpisah pelatih kepala Persipura, Jacksen F Tiago mengakui lini depan timnya masih bermasalah. ”Ya, kami memang ada masalah di situ (lini serang),” ungkap Jacksen.
Kekuatan Persipura dilaga ini juga tereduksi. Jacksen tidak bisa menurunkan tiga pemainnya yang dipanggil timnas: Gunansar Papua Mandowen, Ramai Melvin Rumakiek, dan Irsan Rahman Lestaluhu. Padahal, ketiganya selama ini menjadi andalan tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut. Khususnya Ramai Rumakiek.
Jacksen membenarkan hal tersebut. Namun, dia bisa sedikit bernapas lega meski kehilangan tiga pemain ke timnas. Sebab, tiga pemain asingnya sudah pulih dari cedera. ”Meski belum 100 persen, aktivitas kami lebih baik dengan kehadiran mereka,” tuturnya.
Tiga pemain asing yang dimaksud adalah Yevhen Bokhashvili, Takuya Matsunaga, dan Henrique Marcelino Motta. Jacksen menegaskan, walau sudah sembuh, ketiganya belum pasti dimainkan malam nanti.
Yang pasti, dia menilai pertandingan melawan Persebaya akan berlangsung seru. ”Kami sudah siapkan tim sebaik-baiknya,” paparnya.
Sementara itu, Bonek pendukung Persebaya Surabaya sangat merindukan David da Silva. Tapi, sejatinya untuk urusan mencetak gol, Persebaya Surabaya tidak punya masalah selama seri pertama BRI Liga 1.
Total 10 gol dilesakkan tim asuhan Aji Santoso tersebut dalam enam laga. Hanya pemuncak klasemen sementara Bhayangkara FC yang bisa menyamai torehan itu.
Yang menjadi masalah, ketajaman itu tidak diimbangi dengan pertahanan yang baik. Green Force –julukan Persebaya– menjadi tim dengan jumlah kebobolan terbanyak di seri pertama: 12 gol. Mereka tak pernah mencatat clean sheet.
Permasalahan tersebut menjadi titik berat evaluasi total pelatih Persebaya Aji Santoso dalam tujuh hari persiapan menuju seri kedua. Lini pertahanan dibebani latihan yang banyak. ”Ya, kami beri latihan bagaimana cara bertahan. Mulai pemain belakang, tengah, hingga depan,” ujarnya.
Persoalannya, evaluasi itu tidak bisa sepenuhnya maksimal mengingat empat penggawa Green Force dipanggil tim nasional (timnas) Indonesia ketika melawan Taiwan di playoff kualifikasi Piala Asia. Dua di antaranya pemain belakang, yakni Rizky Ridho dan Rachmat Irianto. Sisanya kiper Ernando Ari dan gelandang Ricky Kambuaya.
Hal tersebut diperparah dengan cederanya dua pilar lini pertahanan: Arif Satria dan Alie Sesay. Keduanya sama sekali tidak ikut latihan semasa persiapan. Persebaya hanya menyisakan M. Syaifuddin di posisi bek tengah yang biasa ditempati Arif dan Sesay.
Karena itu, Persebaya terpaksa meminta PSSI memulangkan Rian, sapaan Rachmat Irianto. Padahal, anak asisten pelatih Bejo Sugiantoro itu masuk daftar pemain yang ikut training camp timnas di Tajikistan.
Kemarin (15/10) Rian yang bisa bermain sebagai bek tengah atau gelandang bertahan sudah bergabung dengan tim dan ikut latihan resmi di Stadion Maguwoharjo, Sleman, menjelang pertandingan melawan Persipura Jayapura malam nanti. Begitu pula Sesay. Tapi, Arif dipastikan absen.
”Alhamdulillah, kondisi Alie (Sesay) sudah membaik. Tapi, kami akan pantau lagi sampai besok (hari ini) pagi,” ungkap Aji.
Walau sedikit lega, pria asal Malang itu masih pusing untuk posisi penjaga gawang. Sebab, stok sepeninggal Ernando ke timnas hanya menyisakan kiper ketiga Andhika Ramadhani dan kiper berpengalaman yang baru dikontrak, David Ariyanto. Andhika memang sudah diturunkan ketika pertandingan terakhir melawan PSIS Semarang. Kiper jebolan klub internal El Faza itu kebobolan tiga gol.
Pelatih kiper Persebaya Benny van Breukelen sampai kemarin masih bingung bakal memainkan siapa. Apakah Andhika atau David. ”Tapi, siapa pun yang bermain, saya pastikan mereka siap menjaga gawang Persebaya,” ujarnya.
Masalah Persebaya juga belum selesai soal lini pertahanan saja. Masalah mental juga paling berpengaruh. Sebab, dari enam pertandingan, Persebaya selalu sulit come back jika kebobolan lebih dulu. Itu terjadi di empat pertandingan dan hasilnya kalah. ”Saya sudah benahi mental anak-anak. Mereka harus tampil lebih bagus dibandingkan seri pertama,” jelas Aji.(eri/rid/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: