Tim Catur Papua Diperkuat Grand Master

By

JAYAPURA – Menjelang perhelatan Pekan Olahraga Nasional atau PON XX di Tanah Papua, kabar gembira menyelimuti cabang olahraga Catur Papua, dimana tim Catur Papua akan diperkuat salah satu pecatur bergelar Grand Master yakni Cerdas Barus. Hadirnya Grand Master di tim Catur Papua semakin membuka peluang untuk mendulang medali emas sebanyak mungkin. 

Manajer tim catur Papua Haji Ariadi mengatakan, Catur Papua harus berprestasi di pentas PON, apalagi Papua selaku tuan rumah. “Ini sejarah, untuk pertama kali, salah satu Grand Master catur Indonesia memperkuat Papua,” ujar Ariadi dalam rilisnya yang diterima oleh Cenderawasih Pos, Selasa (7/9).

Lanjut Haji Ariadi, dengan hadirnya Grand Master Cerdas Barus, tim catur Papua semakin kuat, pasalnya, pecatur bergelar master di Indonesia masih sedikit jumlahnya. “Di Indonesia, pecatur yang bergelar Grand Master masih bisa dihitung dengan jari, mungkin hanya beberapa orang seperti Utut Adianto, Susanto Megaranto, Novendra dan Cerdas Barus sendiri,” ungkapnya. 

“Harapannya ya raihan emas semakin banyak, kalau bisa minimum setengah jumlah medali emas yang diperebutkan,” tutur Haji Ariadi yang juga menjabat sebagai bendahara Percasi Papua.

Sementara itu, Ketua Harian Percasi Papua Ventje Ropa juga menyampaikan rasa optimisnya dengan kehadiran Grand Master Cerdas Barus. “Iya, kita berharap, minimal target raihan emas tercapai, syukur-syukur lebih. Kan ada 15 medali emas yang bakal diperebutkan, kalau bisa setengah itu milik Papua,” tandasnya.

Sekretaris Umum Percasi Papua, Banjir Ambarita menambahkan, Grand Master Cerdas Barus tidak asing lagi di dunia catur Indonesia, dan termasuk salah satu pecatur yang disegani karena kualitas permainannya yang masih bagus dan masuk jajaran papan atas.

“Kami bersyukur, Cerdas Barus bergabung dalam tim catur Papua, secara tim akan membangkitkan semangat, karena ada pemain bergelar Grand Master. Tentu hal itu membuka peluang besar untuk meraih medali emas. Cerdas Barus masih kuat, buktinya dalam turnamen Piala MPR bulan Juni lalu, masih bertengger di papan atas, padahal rata-rata pemain yang ikut adalah pecatur muda usia 20-30 tahunan,” jelasnya. 

Saat ini, tambah Ambarita, timnya lebih fokus menjaga kebugaran pemain, terutama setelah kembali ke Tanah Papua. “Pasca kembali ke Papua, setelah menggelar pemusatan latihan di Ciawi, kami lebih konsen menjaga fisik pemain, agar nanti saat main lebih fokus dan penuh konsentrasi,” bebernya. 

Sekadar diketahui, untuk PON XX, Grand Master Cerdas Barus akan turun di kelompok perorangan kategori dengan memperebutkan 3 medali emas. Seementara itu Yosef T Taher Master Inetrnasional turun di kelompok putra perorangan yang juga memperebutkan 3 medali emas. Ivana Maria Lasama Master Nasional Wanita di kelompok perorangan putri, memperebutkan 3 medali emas. 

Rida Mutiani Master Nasional Wanita, Baiq Vina Lestari Master Nasional Wanita dan Aliya Sekar Kinarsih di kelompok beregu putri, memperebutkan 3 medali emas. Albert J Mebri, Reza Fajar Nugraha Master Nasional, Agus Sugianto dan Tommy Suprianto di kelompok beregu putra memperebutkan 3 medali emas. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: