Tindakan Represif Lunak Mulai Diberlakukan

By

MERAUKE-Setelah memberikan sosialisasi selama 3 hari, Tim Satgas Covid-19 Kabupaten Merauke mulai Kamis (8/7) kemarin,  melakukan tindakan represif bagi  setiap pelanggarnya.  Kabag Ops Polres Merauke  AKP Micha Toding Potty, SIK  mengungkapkan bahwa tindakan refresif lunak  yang diberikan tersebut dengan memberikan   teguran kepada warga yang mengabaikan pemakaian masker. 

   “Bagi yang kedapatan tidak menggunakan masker kita akan beri teguran dan masker. Tapi masker akan diambil sendiri,” tandasnya ditemui Cenderawasih Pos seusai menggelar apel pagi   Tim Satgas Covid19 Kabupaten Merauke yang akan melakukan Tindakan refresif lunak tersebut.  

  Sementara pedagang  kaki lima yang kedapatan masih menggelar dagangannya di atas pukul 21.00 WIT, petugas akan membantu  untuk menutup. ‘’Karena tadi malam masih banyak kita temukan pedagang kaki lima yang melanggar. Saya tidak tahu apakah memang belum sadar atau  pura-pura,’ katanya. 

  Namun nanti setelah hari ketujuh yakni mulai tanggal 11 Juli ke atas, tindakan tegas akan diberlakukan. “Bagi pedagang kaki lima yang kedapatan masih menjual, bukan lagi  kita membantu menutup warung tendanya tapi membongkar kemudian kita amankan dan kemungkinan kita proses lebih lanjut,” tandas  Micha Toding. 

   Untuk tindakan represif lunak yang dimulai kemarin, jumlah yang diturunkan sebanyak 90 personel yang dibagi dalam 2 regu. Menurut  Micha Toding Potty,  untuk regu pertama melakukan tindakan represif lunak di luar kota,  yakni mulai Semangga sampai Tugu Morrdani, Tanah Miring. Sebab, di Tanah Miring juga mulai banyak yang terpapar  positif Covid-19. Sementara  regu kedua mobile dalam kota. 

   “Tim Satgas ini turun pagi dan malam. Untuk pagi mulai sekitar pukul 09.00-12.00 WIT. Sedangkan pada malam hari mulai pukul 20.00-23.00 WIT,” jelasnya. 

   Personel yang diturunkan juga jelas dia selalu bergantian. “Baik dari TNI dan Polres, Satpol PP dan Kominfo selalu bergantian,” jelasnya.

   Kabag Ops Micha Toding mengajak masyarakat  untuk selalu mematuhi protokol kesehatan  dan mematuhi surat edaran bupati  terait dengan pembatasan aktivitas masyarakat dalam rangka kebaikan bersama. “Karena kasus Covid-19 terus bertambah. Mari kita sama-sama memutus mata rantai  Covid-19 ini,” pungkasnya. (ulo/tri)  

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: