Beranda POLITIK Tingkat Kerawanan di Beberapa Wilayah di Papua Tinggi

Tingkat Kerawanan di Beberapa Wilayah di Papua Tinggi

0
KETERANGAN PERS: Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol M Fakhiri dan pejabat Polda Papua lainnya saat memberikan keterangan persnya di Mapolda Papua, Kamis (22/10).

JAYAPURA-Wakapolda Papua, Brigjen Pol. Mathius D Fakhiri menyampaikan, beberapa wilayah di Papua yang tingkat kerawanannya tinggi pada Pilkada serentak 2020 di 11 kabupaten Papua yakni Kabupaten Boven Digoel.
Sebagaimana saat ini Boven Digoel terjadi gangguan Kamtibmas. Menyusul Kabupaten Pegunungan Bintang, Yahukimo, Mamberamo Raya, Nabire dan Waropen.
“Saya minta para Pamatwil di wilayah tersebut harus lebih aktif berkomunikasi. Sehingga jalannya Pilkada bisa lancar, para Pamatwil dan Kapolres harus bisa memainkan peran Kepolisian di Wilayah masing-masing,” tegas Wakapolda Mathius Fakhiri dalam acara pembekalan kepada para Pamatwil di 11 Polres Jajaran yang melaksanakan Pilkada Serentak tahun 2020 di Aula Rupatama Polda Papua, Rabu (2/12).
Dirinya meminta para Pamatwil bisa berperan aktif, harus menjemput bola dan jangan hanya diam. Pamatwil bersama para Kapolres untuk jalin terus komunikasi dengan pihak penyelenggara agar bisa mengantisipasi apabila ada kendala.
Terkait dengan perintah Kapolri bahwa personel yang akan melaksanakan BKO harus dalam kondisi sehat dan bebas dari Covid-19. Hal ini agar para personel tidak menjadi beban dan masalah baru di tempat melaksanakan BKO dalam rangka Pilkada serentak 2020.
“Kabid Dokkes Polda Papua beserta seluruh staf baik yang berada di Kota Jayapura maupun yang berada di wilayah-wilayah untuk selalu melakukan cek kepada personel yang akan melaksanakan Serpas dalam rangka BKO, pengecekan baik sebelum dan sesudah BKO,” jelasnya.
Dikatakan, pembekalan kepada para Pamatwil untuk membekali para PJU Polda Papua yang akan melaksanakan tugas Asistensi Pamatwil di 11 Polres yang melaksanakan Pilkada Serentak 2020.
Sementara itu, Kakor Polairud Baharkam Polri, Irjen Pol. Verdianto Iskandar Bitticaca mengatakan, secara strategis PJU Polda Papua harus memahami situasi di wilayah dimana melaksanakan tugas Pamatwil, sistem operasional Kepolisisan mempunyai kekutan untuk melaksanakan tugas sampai dengan penegakan hukum.
“Tanggal 6 Desember 2020 Pamtwil dan personil BKO sudah berada di wilayahnya masing-masing, para Pamatwil harus bisa memetakan masalah, apa yang akan terjadi di wilayah tersebut dan segera lakukan antisipasi,” pintanya.
Menurutnya, problematika dalam demokrasi Pilkada ada lima aspek suksesnya yaitu penyelengara, KPU dan Bawaslu, komunikasi harus selalu dijalin bersama pihak penyelenggara karena polisi tidak boleh bertindak di luar pedoman yang ada.
“Pastikan bahwa semua tahapan pelaksanakan Pilkada bisa tergelar, itu merupakan fungsi utama pengawasan yang kita laksanakan selaku Kepolisian,” tegasnya. (fia/nat)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here