Beranda Merauke Hari Ini TP4D Diminta Kawal Pembangunan Sirkuit PON

TP4D Diminta Kawal Pembangunan Sirkuit PON

0
Kepala Kejaksaan Negeri    Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH,

MERAUKE-  Dinas  Pekerjaan Umum dan  Tata Ruang Kabupaten Merauke meminta Tim Pengawal, Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D)     Kejaksaan Negeri Merauke untuk mengawasi  pembangunan  sirkuit Balap Motor PON  XX  yang ada di Kebun Coklat, Distrik Tanah Miring   Merauke.  

   Kepala Kejaksaan Negeri    Merauke I Wayan Sumertayasa, SH, MH, ditemui media ini mengungkapkan    bahwa  untuk  permintaan  pengawalan  pembangunan  sirkuit   balap motor PON  XX  dari Dinas Pekerjaaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten Merauke.  

  “Mereka sudah paparan kepada  kita dan sudah melakukan ekspos   oleh pemohon. Tinggal kita   tentukan apakah  ini bisa dilakukan  pengawalan  atau tidak,’’ tandas Kajari   I Wayan Sumertayasa  ditemui di ruang kerjanya, Rabu (9/10). 

    Kajari menjelaskan, bahwa     untuk permohonan  pengawalan  sesuai SOPnya,  ketika  ada permohonan yang masuk, pihaknya   akan mengundang pemohon   untuk melakukan  pemaparan  atau ekspos terkait  dengan   kegiatan yang ada  akan dikawal.  Kemudian   semua Tim akan hadir mulai dari Datun, Pidsus dan    Intel untuk  mendengarkan paparan  tersebut.     

  ‘’Proyek yang kita dampingi tentu proyek-proyek yang strategis. Diharapkan,   dari awal    kegiatan kita  sudah mulai kawal kegiatan tersebut. Kalau  yang permintaan ini masih awal. Proses tendernya  memang sudah mulai tapi belum terlambat,’’   katanya. 

   Diakui    Kajari, kadang-kadang  kegiatan     sudah berjalan  dan  ketika menemui jalan  buntu baru  ada permintaan  pengawalan. ‘’Jadi kita   seolah-olah mau dijadikan   bemper.  Padahal kita bukan  jadi bempernya.  Kalau  dari awal   permintaannya,   maka kita bisa maksimal dan  betul-betul kita bisa kawal sesuai dengan ketentuan. Karena kadang-kadang sudah bermasalah baru mau lempar  kepada kita.  Kalau   sudah bermasalah, mungkin bukan pengawalan lagi. Tapi    lebih tepat   adalah pendapat hukum. bukan berarti  kalau ada masalah  lalu dibawa ke sini   kita tidak ada solusi. Tetap ada solusi. Kalau memang dari awal kita bisa berikan  pengawalan. Tapi kalau pertengahan dan ada permasalahan maka kita   hanya bisa berikan  pendampingan berupa  pendapat hukum,’’ tandasnya. (ulo/tri)    

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here