Beranda Merauke Hari Ini TPU Tanah Miring Diresmikan, Kuburan Umum Kota Ditutup

TPU Tanah Miring Diresmikan, Kuburan Umum Kota Ditutup

0
Kepala   Dinas   Kependudukan dan Catatan  Sipil Kabupaten  Merauke  Paino,  SIP
Kepala Dinas   Perubahan  Rakyat dan Pertanahan  Kabupaten Merauke  Paino, SIP

MERAUKE- Taman  Pemakaman Umum  (TPU) Tanah Miring,  SP I Distrik  Tanah Miring  Merauke telah  diresmikan  Bupati Merauke, Kamis  (26/9),  lalu.    Kepala Dinas   Perubahan  Rakyat dan Pertanahan  Kabupaten Merauke  Paino, SIP, mengungkapkan   bahwa dengan  peresmian  TPU Tanah Miring  tersebut  maka seluruh  kuburan  umum yang ada di Merauke   tidak boleh lagi digunakan. 

  ‘’Dengan peresmian itu,  maka seluruh   kuburan umum yang ada di Merauke langsung  ditutup. Kecuali   kuburan  keluarga.  Tapi  saat keluarga   yang meninggal dunia dan  akan dikuburkan di kuburan keluarga  tersebut terlebih dahulu  harus koordinasi  dengan pemerintah daerah,’’    kata  Paino ditemui, Senin (30/9). 

   Sementara    untuk  TPU Tanah Miring  yang baru diresmikan  itu,  menurut Paino sudah  langsung dipergunakan sejak   diresmikan. ‘’Sebenarnya beberapa  bulan lalu sudah   siap digunakan. Karena  karena belum   diresmikan, sehingga   belum dapat digunakan. Tapi ketika sudah   diresmikan, maka   langsung  bisa  digunakan,’’ jelasnya. Hanya saja,    sampai  Senin  (30/9) kemarin, belum ada yang    mempergunakan  tersebut. 

  ‘’Kami sudah   sosialisasikan kepada masyarakat. Tapi, tentunya    kita akan terus  sosialisasi  agar semakin banyak   warga yang  mengetahui,’’ katanya.    

   Diakui    Paino, sesuai Perda yang ada setiap   jenazah yang akan dikubur di TPU Tanah Miring tersebut dibayar  sebesar  Rp  1,5 juta  yang terdiri dari biaya gali  kubur,   mobil jenazah, pengelolaan   TPU   serta biaya  lainnya yang  resmi.    Namun bagi warga yang tidak mampu yang dibuktikan dengan  surat keterangan dari ketua RT  atau kelurahan dimana  orang yang meninggal tersebut berdomisili, tidak dikenakan   biaya alias gratis.   

  “Tapi tentunya  pelayanan    yang kita kedepankan dulu. Artinya kalau memang belum  ada surat  keterangan  secara tertulis  dan diketahui bahwa orang tersebut   tidak mampu maka kita   tetap memberikan pelayanan  kepada mereka,’’    tandasnya. 

  Paino juga menjelaskan, bahwa   di TPU  Tanah Miring tersebut sudah ditata dengan baik  jarak dan ukurannya sama semua.   Begitu  juga soal nisan  antara Kristen  semua sama. Begitu   juga bagi yang Islam  juga sama. ‘’Tidak ada lagi   yang bikin  berbeda. Tapi seragam semua  bentuknya,’’ tandasnya.   (ulo/tri)  

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here