Tunggakan Utang ke Petani Rp 1 M Lebih

By

BUMD Masih Tunggu Pembayaran PT. SKKP  

MERAUKE-Pihak BUMD Aneka Usaha Malind Anim Merauke sampai sekarang masih menungu pembayaran 150 ton beras yang dibeli oleh Satuan Kerja Kesejahteraan Prajurit (SKKP) di Jakarta. Direktur BUMD Aneka Usaha Malind Kanim Vincensius  Yondesawo Gebze didampingi Manager Keuangan dan Aset  Siprianus Muda menjelaskan bahwa tunggakan pembayaran kepada petani  sebesar Rp 1,075 miliar masih menunggu pembayaran dari  SKKP tersebut.

   “Kita sudah dijanji akan dilakukan pembayaran  setelah adanya perubahan anggaran nanti,’’ kata  Vincesius  sambil menunjukan surat dari PT  SKKP tersebut yang menyebutkan keterlambatan pembayaran akibat keterlambatan  pencairan anggaran pada Kementerian dan TNI dan Polri.  

   Vincensius menjelaskan bahwa  pengiriman 200 ton beras ke Pulau Jawa di bulan November 2020  itu sebenarnya dilakukan oleh Mitra Kerja Petani (MKP) kelompok  Ucang dan Umar. Sedangkan BUMD memfasilitasi  transportasinya lewat  tol laut. 

   “Jadi yang punya bisnis ini adalah MKP kelompok Ucang dan Umar. Sementara kami  dari BUMD bersama mitra hadir di Semangga hanya memfasilitasi. Karena saat itu, teman-teman dari  MKP  tidak punya akses atau link  untuk masuk ke tol laut  untuk angkutan ke Surabaya, sehingga BUMD diajak kerja sama untuk menjawab persoalan-persoalan  yang dihadapi petani supaya  beras ini bisa terkirim ke Jawa,” katanya.

   Vincen  menjelaskan  bahwa BUMD hanya memfasilitasi di transportasi, karena harganya yang sangat terjangkau saat itu. Namun saat beras tiba di  Surabaya  ternyata hanya 2 kontainer  yang laku. Satu kontainer milik Ibu Wiwid dan 1 kontainer  lainnya dijual pemiliknya sendiri. Sedangkan 8 kontainer lainnya tidak laku. Buyer yang   tadinya mau membeli membatalkan pembelian karena masalah kualitas. 

   Vincent menjelaskan bahwa saat  itu pihak MKP sudah lepas tanggung jawab, sehingga  pihaknya dari  BUMD berusaha mencari buyer di Pulau Jawa  untuk menyelamatkan dan membantu petani yang berasnya sudah diambil  dan dikirim MKP  ke Surabaya tersebut. 

  Dalam pencarian  itu, akhirnya bertemu dengan  PT SKKP yang siap membeli beras tersebut dan beras tersebut sudah masuk ke gudang PT SKKP di Jakarta.   Soal tanggung jawab yang dibebankan ke BUMD Aneka Usaha Malind Kanim tersebut, Vincen mengaku bahwa akan menjadi evaluasi bagi perusahaan, karena saat itu tidak ada perjanjian kerja sama secara tertulis jika terjadi masalah seperti yang terjadi tersebut. 

    Diakui Vincent, dengan permasalahan   ini membuat gaji dari karyawan BUMD Aneka Usaha Malind Kanim dari Januari sampai sekarang belum dibayarkan.  “Untuk  petani yang berasnya dibeli, akan kami segera bayarkan setelah pihak  PT SKKP sudah membayarkan,’’ katanya. 

   Diakui Vincent bahwa ada selisih kekurangan yang harus  ditanggung BUMD, dimana 150 ton beras yang dibeli PT SKKP tersebut bernilai Rp 1,05 miliar. Sedangkan  utang ke petani  sebesar Rp 1,075 miliar. (ulo/tri)    

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: