Tuntaskan Kerinduan di Batakan

By

Sound Session, Pesta Musik Terbesar di Balikpapan

Pandemi Covid-19 membuat sejumlah agenda musik seperti mati suri. Namun, konser musik bertajuk Sound Session seperti menjawab kebangkitan dunia musik. Kerinduan itu pun terbayarkan.

Peliput: M RIDHUAN & NOFFIYATUL CHALIMAH, Balikpapan

PECAH. Puluhan ribu orang menjadi saksi hidup konser musik terbesar di Balikpapan bertajuk Sound Session di Stadion Batakan, Balikpapan, Sabtu (27/8). Di bawah langit mendung, baik di lapangan maupun di tribune penonton, warga dari sejumlah daerah di Kaltim datang menyaksikan performa dari band Noah, Bunga Citra Lestari (BCL), Weird Genius, The Changcuters, dan Guyon Waton feat Bella Nova. 

Sejak pukul 14.00 Wita, penonton sudah bergerak datang ke stadion. Pesta musik spektakuler tersebut awalnya dibuka oleh band The Sperm dan Teras Kaca. Semakin sore, suasana bertambah padat. Setelah melakukan safety briefing dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, penonton dientak dengan penampilan The Changcuters yang energik. 

Lagu-lagu populer seperti Racun Dunia dan Main Serong membuat penonton berjingkrak dan melompat mengikuti irama.

Setelah The Changcuters, giliran Guyon Waton feat Bella Nova tampil. Itu merupakan penampilan perdana Guyon Waton di Balikpapan. Dengan musik dangdut koplo, band asal Jogjakarta tersebut berhasil membuat penonton menggoyangkan tubuh mereka lewat lagu Cendol Dawet. 

Setelah istirahat salat Magrib, konser dilanjutkan. Masih menampilkan Guyon Waton dengan lagu penutup Ditinggal Rabi. 

Weird Genius, grup musik EDM dan synth-pop Indonesia yang beranggotakan Reza Oktovian, Eka Gustiwana, dan Gerald Liu tampil berikutnya. Dengan diterangi permainan lampu, Reza Oktovian pertama kali tampil mengenakan pakaian Akatsuki (sebutan kelompok antagonis di serial Naruto) membuat penonton berteriak.

Sebelum penampilan Weird Genius, Sound Session juga membagikan banyak door prize kepada penonton. Ada 20 orang yang beruntung mendapatkan 10 Samsung Z Flip 3 dan 10 iPhone 13. Selain itu, panitia membagikan grand prize berupa 3 Honda Vario, 5 Honda Beat, 2 Honda ADV, dan grand prize 1 mobil Toyota Raize, dan 1 mobil Toyota Fortuner persembahan dari Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Balikpapan.

Diketahui, Sound Session menjadi pesta musik terbesar yang paling ditunggu di Balikpapan, diselenggarakan oleh Pegasus Solusi Pratama dan didukung HDCI Balikpapan yang merayakan HUT ke-32 mereka.

Kegiatan itu juga didukung BJB, HDCI, Coca-Cola, Telkomsel, Telkom ASTINet, Mayora: Teh Pucuk, Auto2000, HONDA AHM, KFC, Mayora: Kopiko Lucky Day, RS Restu Ibu, Andalas, Wings food, Cleo Air Mineral, JNT, JJ Steak, Caffino, DC Air Mineral, Kopi Gadjah, Pemkot Balikpapan, dan Kaltim Post sebagai media partner.

Sementara itu, Kapolresta Balikpapan Thirdy Hadmiarso menjelaskan, dalam pengamanan konser Sound Session kemarin, diterjunkan 719 personel gabungan. Melibatkan Polri, TNI, Dinas Perhubungan, Satpol PP, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Kesehatan, dan unsur terkait lainnya. Kendaraan taktis pun diturunkan untuk mengamankan lokasi konser.

“Kami sudah melakukan skenario terbaik agar konser ini berjalan tertib, khususnya soal antisipasi kepadatan lalu lintas saat konser selesai,” ucap Thirdy.

PENAMPILAN NOAH

Setelah penampilan Weird Genius, berikutnya adalah BCL. Lewat lagu-lagu seperti Cinta Pertama (Sunny) dan Aku Tak Mau Sendiri, BCL membius puluhan ribu penonton. Mereka larut dalam suara BCL yang merdu dan khas. Penonton pun diajak bernyanyi bersama lewat lagu Kecewa dan Cinta Sejati. 

Kejutan muncul saat BCL membawakan lagu Noah berjudul Menghapus Jejakmu. Di mana vokalis Noah, Ariel tiba-tiba pukul 21.23 Wita masuk di tengah panggung. Membuat puluhan ribu penonton riuh. BCL dan Ariel pun berduet.

Puncak Sound Session berlangsung pukul 22.15 Wita. Setelah pengumuman grandprize grup musik Noah akhirnya tampil. Membuka performa mereka, band asal Bandung itu menyanyikan lagu Separuh Aku dari album Seperti Seharusnya yang dirilis pada 2012 lalu.

Menggunakan kaus putih, Ariel lantas membawakan lagu Langit Tak Mendengar dilanjutkan Kisah Cintaku. Ribuan penonton pun bernyanyi bersama. Separuh Aku menjadi tembang selanjutnya Noah. Di setiap alunan, penonton khususnya kaum hawa tak hentinya berteriak. Lagu Di Balik Awan, Wanitaku, Topeng, dan ditutup dengan lagu Cobalah Mengerti, Noah tampil memukau masyarakat Kaltim, khususnya Balikpapan.

Sebelumnya, dalam pertemuan dengan penggemar dan Kaltim Post, pentolan band Noah, Ariel menyebut kedatangan Noah di Kota Minyak menjadi obat kangen. Konser terakhir Noah di Kota Minyak pada 2014 lalu telah memberikannya kerinduan mendalam di tengah padatnya jadwal konser di berbagai kota.

“Yang dikangeni sama Balikpapan itu makan kepiting. Lukman (gitaris Noah) suka kepiting,” sebut pemilik nama lengkap Nazril Irham itu.

Berkunjungnya Noah di Balikpapan sudah sangat dinantikan personel band besar tersebut. Terbukti, saat berkumpul bersama “Sahabat Noah” pada Jumat (26/8) malam, Ariel mengaku senang bisa kembali mempersembahkan lagu untuk fans. Noah pun menyempatkan diri menyanyikan sebuah lagu untuk fans-nya. Puisi Adinda dilantunkan secara akustik. Dilanjutkan dengan sesi berfoto dan membuat video bersama fans.

“Ini pertemuan yang sangat spesial. Setelah lebih dari delapan tahun akhirnya kami bisa menyapa dan interaksi dengan kalian. Ini rekor bisa foto bareng satu-satu dengan sahabat Balikpapan. Biasanya fotonya berdua-dua atau ramai,” ucap Ariel.

Dia menyebut, sangat kagum melihat Balikpapan. Karena kegiatan musik anak muda di Kota Minyak, kata dia, lebih banyak. “Setiap kali kami di sini (Balikpapan) selalu banyak event musik yang dibuat. Sinergi musik di Balikpapan sangat baik menurut saya,” tambah Ariel.

Terakhir, Ariel menjawab pertanyaan salah satu penggemar terkait apakah akan membuat basecamp di Balikpapan. Mengingat Kaltim jadi Ibu Kota Nusantara (IKN). “Kami memiliki keinginan untuk membuat komunitas musik di IKN. Kemarin ada yang tanya, kalau ingin membuat komunitas musik, kami inginnya buat di IKN,” kata Ariel.

Sementara itu, Koordinator Sahabat Noah Balikpapan, Maria menyebut, setelah terakhir kali bertemu personel Noah, ini merupakan pertemuan paling istimewa. Dirinya tidak menyangka Noah mau bertemu secara langsung dengan penggemarnya sebelum konser.

“Bahkan tadi Kang Lukman yang belum sempat makan di hotel rela menyempatkan diri hadir untuk bisa berinteraksi dengan kami lebih dulu. Semoga Noah akan kembali ke Balikpapan dan bisa menyapa seluruh fans di sini,” harap dia. 

Seiring pelonggaran kasus Covid-19, makin banyak konser diselenggarakan di Benua Etam. Hal itu pun bisa memenuhi rasa rindu para penggemar terhadap konser dan penyanyi kesayangan mereka. Meski begitu, konser-konser tersebut tidak berdampak banyak terhadap okupansi hotel tahun ini.

Bagi Arista Febriyanti (28), adanya konser-konser tentu saja bisa jadi pengobat rindu. Namun konser-konser itu, punya pola yang berbeda dibandingkan sebelum pandemi. Sebab, dahulu sebelum pandemi banyak konser gratis. Sementara saat ini konser tak gratis alias harus bayar.

“Yang sudah kangen sama suasana konser atau sama artisnya, tentu sangat senang,” kata penggemar Noah sejak masih bernama Peterpan itu.

Nah, dengan konser tak gratis, tentu tak semua penggemar mau menonton. Sebab, ada keterbatasan kemampuan. Namun, untuk ukuran band lama, tentu saja penggemarnya banyak yang sudah bekerja. Jadi, memang sudah pasarnya. Di sisi lain, menurutnya, dengan aneka event dan konser, artinya dunia hiburan Kaltim berdenyut lagi.

Adapun bagi pengusaha hotel, rangkaian konser di Kaltim memang meramaikan wisata. Namun, tak banyak berdampak bagi okupansi hotel di Kaltim.

Untuk diketahui, dari Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim, okupansi hotel berbintang lima pada Mei 2022 mengalami peningkatan. Bila dibandingkan Mei 2022, capaian okupansi mencapai 71,44 persen. Lalu, pada Juni di angka 83,50 persen. Sedangkan, secara keseluruhan, baik dari hotel bintang 1 hingga bintang 5, pada Juni 2022 64,6 persen kamar hotel terisi.

Sekretaris Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kaltim Muhammad Zulkifli menjelaskan, sebenarnya geliat hotel paling banyak disumbang dari penyelenggaraan kegiatan meetings, incentives, conferences, and exhibitions (MICE). “Nah, kalau terkait dengan konser-konser di sini itu sebenarnya tidak berdampak banyak,” paparnya.

Dia melanjutkan, sebab ketika ada konser di Balikpapan atau Samarinda, penontonnya adalah warga lokal. Sehingga, setelah nonton konser, mereka langsung pulang, tidak menginap. 

Berbeda bila konser internasional yang mengundang penonton dari luar kota atau luar provinsi. Event besar seperti itu, tentu bisa menarik banyak pengunjung dan berdampak pada okupansi hotel. Sebab, pengunjung pasti menginap, baik sebelum atau setelah konser itu. “Mungkin ada yang menginap karena ada konser itu. Tetapi tak banyak,” jelasnya.

Zulkifli melanjutkan, saat ini kegiatan pemerintahan dan swasta di perhotelan, masih menjadi pemasukan hotel. Jadi, pelonggaran yang dilakukan pemerintahan dan kegiatan yang dilakukan perhotelan, tentu banyak berdampak bagi pemasukan dan geliat hotel. (rom/k16/JPG)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: