Upaya Penyelundupan Satwa Papua Masih Sering Ditemukan

By

JAYAPURA-Balai Karantina Pertanian Kelas I Jayapura mencatat bahwa hingga kini upaya penyelundupan satwa asli Papua untuk dibawa ke luar Papua masih sering ditemukan. Yang terakhir adalah penggagalan pengiriman 2 jenis ular piton air dan 1 jenis ular sanca bulan. Tiga ular ini kemudian diserahkan ke Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Papua untuk dilepasliarkan. Dalam kegiatan ini Karantina Pertanian Jayapura diwakili oleh drh Haris Prayitno selaku Sub Koordinator Substansi Pengawasan dan Penindakan dan drh Ahnu Miftahul Ulum Sub koordinator Karantina Hewan yang diserahkan kepada Muhammad Jalil, SH., Polisi Kehutanan Pertama dan tim BBKSDA Papua.
Ular Sanca Permata (Morelia amethistina) dan 2 ekor Ular piton air (Liasis papuanus) ini ditemukan di dalam kardus Paket ekspedisi di Bandara Udara Sentani. Penahanan ini berdasarkan ketidaklengkapan dokumen dan tidak diketahuinya pemilik barang. Meskipun hewan – hewan ini tidak dilindungi dengan status konservasi resiko rendah sesuai IUCN 2017 namun jika tidak diawasi peredarannya dikhawatirkan populasinya akan semakin menurun dan mengancam kelestarian hewan itu sendiri.
“Kami terus berupaya menekan upaya – upaya penyelundupan satwa asal Papua yang hingga kini masih sering ditemukan. Kami bekerjasama dengan BBKSDA dan Aviation Security(AVEC) Bandara Sentani,” kata Billy, Humas Balai Karantina Pertanian dalam rilisnya, Jumat (9/7). Pihaknya juga masih menggencarkan sosialisasi tentang hewan-hewan dan tumbuhan endemik papua yang dilindungi maupun meningkatkan pengawasan lalu lintas Media Pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK) di bandara dan pelabuhan.
“Morelia amethistina adalah spesies ular non-berbisa merupakan ular asli terbesar yang berasal dari Australia, Papua Nugini dan Papua Barat serta cukup populer di kalangan penggemar reptil. Begitu juga dengan Ular piton air (Liasis papuanus) banyak ditemukan di Papua, Maluku dan Papua Nugini,” tambah Billy. Hewan-hewan ini selanjutnya akan ditempatkan di Kandang Transit BBKSDA Papua untuk kemudian direhabilitasi dan dilepasliarkan kembali ke alam bebas. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: