Update Grafis  Covid-19 Kota Jayapura Zero Kasus

By

dr Ni Nyoman Sri Antari ( FOTO: Ayu/Cepos)

Berharap Pihak RS Selalu Upadate Data  di Aplikasi

JAYAPURA-Kepala Dinas Kesehatan Ni Nyoman Sri Antari mengklarifikasi terkait pemberitaan tujuh kasus aktif covid di Kota Jayapura dengan data dari Satgas pengendalian pencegahan dan penanggulangan covid 19 Provinsi Papua, pada Rabu (15/6) kemarin. Sebab, laporan update data grafis Satgas Covid Kota Jayapura, di Kota Jayapura saat itu posisi zero kasus, karena sudah dinyatakan sembuh. 

  “Terkait pemberitaan dari provinsi memang ada 7 kasus ya. 7 kasus positif itu kami di kota mengklarifikasi, kami cari, kita kalau mengeluarkan infografis biasanya kita cari di all record,” ujar Sri Antari, Jumat (17/6).

  Kepada Cenderawasih Pos pihaknya menjelaskan, ketika pihaknya mencari di all record, langsung menemukan notifikasi terkait kasus positif. “Ketemu memang ada di situ ada notifikasi. Bukan 7 lagi, tapi 8 notifikasi. setelah kami cek itu tanggalnya ada yang 25 April. Jadi ketika kami lacak, (ternyata sudah) sembuh,” ujarnya. 

  Menurutnya kemungkinan belum ada up date di aplikasi sehingga data belum terbaharui. “Jadi mungkin aplikasi mengatakan ini masih positif, tapi setelah kami cek mereka sudah negatif,” ujarnya.

  Dirinya juga menjelaskan terkait pemberitahuan ada 1 warga Kota Jayapura yang positif di all record, namun ternyata setelah dilacak, keberadaannya ada di Jakarta.  “Jadi sudah satu minggu flu kemudian dia cek di Kelapa Gading ternyata positif. Dan setelah saya tanya dia masih di Jakarta dan di rumah ponakannya atau saudaranya gitu. Jadi dia di sana bersama-sama dan memang seisi rumah itu memang flu. Dan ketika dia tes itu udah mulai kurang, tapi masih 2 orang lah yang positif di rumahnya,” ujarnya. 

  Diketahui KTP pasien memang di Angkasa Pura, Kelurahan Angkasa, Jayapura Utara namun tracingnya di Jakarta, bukan di Jayapura.  “Bukan di kita, karena memang dia sudah cukup lama di Jakarta. Jadi saya pastikan bahwa ini bukan kasus di Kota Jayapura walaupun di all record alamat KTP nya Kota Jayapura,” tegasnya. 

  Sementara itu terkait kasus 2 pasien covid yang dirawat di RSUD Jayapura, merupakan tugas lanjutan dari petugas lab yang harus menginput data ke aplikasi NAR sehingga data bisa terupdate. 

  “Coba dilacak ke sana ya. Karena kan saya tidak bisa mengintervensi, kami punya aturan itu kalau dia sudah dilakukan tes wajib hukumnya petugas lab itu menginput di NAR. Aplikasi Antigen Non PCR kalau pemeriksaan itu ada namanya aplikasi NAR, jadi ketika mereka melakukan pemeriksaan positif negatif itu harus di input,” ujarnya. 

  Menurutnya, pihaknya akan tahu data bahwa ini Kota Jayapura terjadi kasus positif atau tidak melalui update di aplikasi.  “Kan itu ada NAR All Record yang besar, kita bisa melihat kalau kita klik kota Jayapura Nah itu akan muncul semua dimanapun penduduk Kota Jayapura kalau di tes kita bisa melihat. Apakah rumah sakit dia belum menginput atau bagaimana, itu mungkin perlu diklarifikasi oleh teman-teman. Jadi kami punya prinsip begitu karena jejaring kami, saya katakan input dan kadang-kadang search online pun tidak di-update ya. Sehingga terus saja begitu,” ujarnya. 

  Dari kasus tersebut Ni Nyoman Sri Antari mengimbau kepada pihak terkait untuk mengupdate aplikasi NAR. “Nah itu, tentunya saya berharap temen-temen tetap mengupdate itu. Sehingga kalau  memang kasus itu benar, masukkan di NARnya supaya kami bisa update lagi Infografis itu. Ada pelayanan kinerja,” ujarnya. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: