Victor Yeimo Telah Tahap II

By

Jaksa Masih Titip Tahanan di Mako Brimob

JAYAPURA – Penyidik Dit Reskrimum Polda Papua tahap II kan kasus tersangka Victor Frederik Yeimo ke Kejaksaan Tinggi  Papua pada Jumat (6/8).  Victor merupakan salah satu DPO kasus kerusuhan tahun 2019 berada di wilayah Kota Jayapura.

“Kasus Victor Yeimo sudah tahap dua jumat kemarin, sekarang kasusnya sudah menjadi wewenang Kejaksaan Tinggi Papua,” ucap Dirkrimum Polda Papua Kombes Pol Faisal Ramadhani kepada Cenderawasih Pos, Senin (9/8) kemarin.  Lanjut Kombes Faisal, sekalipun telah tahap II namun Jaksa masih menitipkan penahanan Victor Yeimo ke Mako Brimob Polda Papua.

 Sementara itu, Koordinator Litigasi  Emanuel Gobay menyampaikan, Pinyidik Polda Papua melakukan pelimpahan berkas dan tahanan atas nama Viktor F Yeimo ke Kejaksaan pada (6/8) . Pelimpahan Berkas dan tahanan itu dilakukan di Mako Brimob Polda Papua secara virtual dimana pihak penyidik bersama berkas dan Viktor F Yeimo didampingi kuasa hukum dari Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua di Mako Brimob sementara jaksa penerima berkas dan tahanan berada di Kantor Kejaksaan Negeri Jayapura.

 Dalam rangka pemenuhan hak-hak Viktor F Yeimo sebagai tersangka yang dijamin dalam UU Nomor 8 Tahun 1981 tentang hukum acara pidana maka Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua selaku Kuasa Hukum Viktor F Yeimo menegaskan kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Papua Cq Kepala Kejaksaan Negeri Jayapura segera menjawab permintaan pemindahan tahanan dari rutan Mako Brimob ke Rutan Lapas Abepura.

 Kepala Kejaksaan Tinggi Papua segera perintahkan Jaksa Pengawas Kajati Papua Cq Jaksa Pengawas Kajari Jayapura memeriksa jaksa penerima berkas dan tersangka atas nama Viktor F Yeimo yang dilakukan tidak sesuai dengan perintah pasal 8 ayat (3) huruf b, UU Nomor 8 Tahun 1981.

 Kepala Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Papua diminta wajib mengawasi institusi Kejaksaan Negeri Jayapura dalam mengimplementasi hak-hak Viktor F Yeimo sebagai tersangka yang dijamin dalam UU Nomor 8 Tahun 1981.

 Sebelumnya Victor Frederik Yeimo ditangkap di Depan Dealer Daihatsu Tanah Hitam Distrik Abepura Kota Jayapura pada Minggu (9/5) lalu oleh Tim Gabungan Satgas Nemangkawi dan Dit Reskrimum Polda Papua.

Ia merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) Dit Reskrimum Polda Papua berdasarkan Laporan Polisi No: LP/317/IX/RES. 1.24/2019/Reskrimum tanggal 5 September 2019. Victor Frederik Yeimo merupakan dalang kasus kerusuhan yang terjadi di Kota Jayapura pada tahun 2019 lalu bersama 7 rekan lainnya yakni  Alexander Gobay, Fery Kombo, Hengki Hilapok, Buchtar Tabuni, Irwanus Uropmabin, Steven Itlay, dan Agus Kossay. Ketujuh tersangka tersebut di Tahan di Kalimantan Timur dan saat ini telah menyelesaikan masa tahanannya.

 Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan rumusan Pasal 106 Jo Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 110 KUHP dan atau pasal 14 ayat 91), (2) dan pasal 15 Undang- Undang nomor 1 tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 66 Undang-Undang nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, Lambang Negara serta lagu Kebangsaan dan atau pasal 160 KUHP dan atau Pasal 187 KUHP dan atau Pasal 365 KUHP dan atau Pasal 170 Ayat (1) KUHP dan atau pasal 2 Undang – Undang Darurat nomor 12 Tahun 1951 Jo Pasal 64 KUHP. (fia/oel/wen)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: