Wali Kota Izinkan PLBN Skouw Dibuka Kembali

By

Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM, berbincang bersama Kepala Badan Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai, Kamis (2/12) kemarin. (FOTO: Grati/CEPOS)

JAYAPURA- Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Papua New Guinea (PNG)  mengagendakan pertemuan diplomasi di Vanimo pada 6 Desember. Pertemuan ini akan mendiskusikan kemungkinan dibukanya kembali pintu perbatasan antar kedua negara, yang mana di Papua terdapat Sota Merauke dan PLBN Skouw Jayapura.

Demikian, Wali Kota Jayapura, Dr. Benhur Tomi Mano, MM., telah memutuskan bahwa PLBN Skouw RI – PNG di Kota Jayapura dapat dibuka kembali, paling tidak tiga kali dalam seminggu. Namun, Prokes ketat tetap harus diterapkan bagi masyarakat pelintas batas, termasuk  harus melalui rapid antigen.

“Untuk daerah perbatasan, kita tahu bersama bahwa ketergantungan saudara-saudara kita di Vanimo maupun Wutung ada di Kota Jayapura. Sudah dijelaskan Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai,bahwa hak ulayat masyarakat adat PNG juga ada di Kota Jayapura,” terang Dr. Benhur Tomi Mano, MM., Kamis (2/12) kemarin.

“Oleh sebab itu, untuk perbatasan, kita buka seminggu tiga kali dan harus melalui rapid antigen,” sambungnya.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan dan Kerja Sama Provinsi Papua, Suzana Wanggai, menjelaskan bahwa pertemuan diplomasi Pemerintah Indonesia dan PNG dilakukan dengan agenda re-opening the border (membuka kembali pintu perbatasan) dan economic activities in the border during Covid 19 pandemic (aktivitas ekonomi wilayah perbatasan di masa pandemi Covid 19), serta hal lainnya. 

“Keputusan hari ini akan kita bawa dalam pertemuan bersama Pemerintah PNG pada 6 Desember dalam Special Session on Border Issue, di mana salah satu agendanya adalah re-opening the border,” tambah Suzana Wanggai.

“Saya sangat apresiasi Wali Kota Jayapura, Bapak Benhur Tomi Mano karena telah mendengar aspirasi dari masyarakat wilayah perbatasan, masyarakat pelintas batas, termasuk para pedagang, agar pintu perbatasan dibuka kembali. Ini sangat baik, sehingga kita bisa akomodir kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (gr/tho)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: