Warga Sota Minta Sarana Penunjang PLBN Dibuka

By

MERAUKE- Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Merauke akhirnya merespon aspirasi warga Sota, khususnya pedagang yang berjualan di sarana penunjang PLBN Sota dengan menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan warga Sota.
Rapat yang dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Merauke Ir. Drs Benjamin Latumahina didampingi Wakil Ketua II Dominikus Ulukyanan, S.Pd, juga dihadiri Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Elias Mithe dan perwakilan dari Kantor Imigrasi Merauke Charles Urop di ruang sidang DPRD Merauke, Kamis (15/10).
Rombongan warga perbatasan tersebut dipimpin langsung Kepala Kampung Sota Daud Dimar. Daud Dimar meminta agar sarana penunjang PLBN Sota tersebut dapat dibuka kembali agar masyarakat kembali bisa membuka usahanya yang ada di dalam sarana penunjang tersebut. Karena sejak dilakukan lockdown, masyarakat tidak lagi memiliki pendapatan menyebabkan sebagian modal usaha yang bersumber dari kredit sulit untuk dikembalikan.
“Memang ada bantuan pemerintah lewat dana kampung dan bantuan sosial lainnya, tapi kebutuhan setiap orang berbeda-beda. Tidak mungkin bantuan tersebut mampu untuk memenuhi kebutuhan kita setiap hari,” katanya.
Menurut Daud Dimar, kalau sarana inti tetap ditutup tidak jadi masalah, yang penting sarana penunjang tersebut bisa dibuka kembali, sehingga masyarakat yang memiliki kios di dalam sarana penunjang tersebut bisa memperoleh pendapatan.
Sementara itu warga lainnya memprotes penutupan PLBN Sota, khususnya sarana penunjang tersebut yang menurutnya tidak ada alasan. Sebab, kios dan rumah makan yang ada di luar PLBN, yang ada di sepanjang jalan Trans Papua tetap dibuka. Sementara pedagang yang ada di dalam PLBN yang merupakan asli Papua justru ditutup.
“Mohon untuk sarana penunjang yang ada di dalam PLBN tersebut dibuka. Kami akan tetap mengikuti protokol kesehatan dengan memakai masker dan jaga jarak,’’ kata warga lainnya.
Kepala Badan Pengelolaan Perbatasan Kabupaten Merauke Elias Mithe, S.STP, mengungkapkan bahwa sejak adanya pandemi Covid-19 di Merauke, maka PLBN Sota khususnya sarana penunjang tersebut ditutup kemudian dibuka. Namun ditutup kembali setelah ditemukannya 1 kasus Covid di Sota.
“Penutupan itu juga dilakukan atas permintaan dari Tripika setempat,’’ terangnya.
Namun dengan kembalinya Sota dalam zona hijau, lanjut Elias Mithe, maka PLBN Sota tersebut akan dibuka kembali. ‘’Kami sudah mengajukan permohonan ke BNPP karena yang punya kewenangan soal ini adalah pusat untuk buka kembali. Tapi khusus untuk sarana penunjang. Kalau sarana inti belum bisa dibuka,’’ tandasnya.
Atas rencana PLBN khususnya untuk sarana penunjang dibuka kembali tersebut , DPRD bersama warga Sota tersebut menyampaikan terima kasih. (ulo/tri)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: