Warung Makan Pilih Kurangi Produksi

By

Pemberlakuan PPKM Level 4

JAYAPURA – Dampak kebijakan Pemerintah Kota Jayapura memberlakuan PPKM Level 4, sangat dirasakan pelaku usaha, termasuk warung makan. 

  Dini, pemilik warung makan Bubur Ayam De Kaseep mengatakan,  semenjak pemberlakuan kebijakan tersebut pendapatannya turun. “Pendapatan turun sekitar 10% semenjak pemberlakuan PPKM Level 4, produksi bubur juga kami kurangi. Untuk harga tetap Rp 17 ribu. Tapi alhamdulillah kami tetap bersyukur karena masih bisa berjualan walaupun sedikit penghasilannya,” ujarnya, Senin (23/08).

 Kendati demikian, dirinya tetap menetapkan protokol kesehatan dan membatasi pengunjung sesuai anjuran pemerintah. “Jika sudah lebih dari lima orang di dalam, kami sudah tidak menerima lagi dan kami layani bungkus untuk mereka. ,”ujarnya.

  Hal serupa juga dialami oleh Minto, pemilik warung mi ayam dan bakso di Bucen II Entrop di samping Masjid Al Askar. Pendapatannya turun 75% hingga 80%. “Perubahannya sangat terasa ya, sebelum dan sesudah kebijakan PPKM ini, pendapatan turun hingga 75% bahkan 80%. Stok mi juga kami kurangi dari yang mulanya 11 kg saat ini hanya stok 8 kg/hari. Begitu juga dengan stok bakso kami kurangi,”jelasnya.

Warung miliknya dibuka sejak pukul 08.00 WIT hingga pukul 20.00 WIB. “Jam tutup kami juga kami sesuaikan dengan jam operasi yang ditetapkan pemerintah kota.  Kami juga sediakan tempat untuk mencuci tangan dan menerima orderan online. Harga mi ayam dan bakso yang dijualnya di bandrol dengan harga Rp. 15 ribu hingga Rp. 27 ribu . (Cr-265)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: