Waspada, Papua Berpotensi Kasus Cacar Monyet

By

dr. Aaron Rumainum (FOTO: Elfira/Cepos)

Orang dengan HIV dan Komorbid Paling Rentan Terkena Cacar Monyet

JAYAPURA-Provinsi Papua berpotensi tertular cacar monyet. Apalagi Kemenkes RI sudah mengkonfirmasikan terdapat satu kasus pasien positif cacar monyet atau monkeypox di Indonesia.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dr Aaron Rumainum menyebut Papua berpotensi adanya kasus cacar monyet lantaran ada sebagian warga Papua yang melakukan perjalanan keluar negeri.

Kendati demikian menurut dr. Aaron, Dinas Kesehatan Provinsi Papua sudah mengantisipasi penyebaran cacar monyet dengan melakukan pelatihan. Termasuk dirinya juga sudah mengikuti pelatihan tersebut di Jakarta belum lama ini.

“Sekarang kita membagikan pedoman ke Dinas Kesehatan kabupaten/kota hingga Puskesmas. Kami juga sudah membuat surat untuk ditujukan kepada kantor kesehatan pelabuhan, rumah sakit dan dinas kesehatan kabupaten/kota. Termasuk labnya sudah siap,” kata dr. Aaron kepada Cenderawasih Pos, Selasa (23/8).

Menurut dr Aaron, orang dengan HIV dan komorbid mudah terkena cacar monyet. Sebab mereka adalah orang-orang yang rentan. Namun, jika fisiknya kuat maka tidak menjadi masalah.

“Mereka akan terkena cacar monyet jika melakukan kontak fisik artinya berjabat tangan, saling menggunakan tempat makan dan minum yang sama, pakaian yang sama, tempat tidur yang sama. Namun, jika tidak melakukan kontak fisik maka tidak menjadi masalah sebeb penyebarannya tidak seperti Covid-19,” bebernya.

Dikatakan dr Aaron, penularan cacar monyet melalui kontak fisik. Penularannya ketika stadium erupsi bintik-bintik mulai bermunculan di permukaan seperti di wajah, tangan, kaki serta bagian badan lainnya. “Jika kita melakukan kontak fisik langsung, maka pecahan cairan tubuh maupun bukan cairan yang akan menular,” terangnya.

Menurut dr Aaron, orang yang terkena cacar monyet tidak seperti Covid. Orang yang terpapar Covid jika ingin sembuh maka melakukan isolasi di rumah sakit dan butuh tekanan negatif. Sementara cacar monyet tidak perlu tekanan negatif, cukup dengan makan yang sehat dan istrirahat yang cukup bakal sembuh sendiri.

“Cacar monyet tidak seperti Covid, kita duduk dekat orang yang cacar monyet tidak menjadi masalah asalkan kita menggunakan masker dan sarung tangan. Yang tertpenting tidak kontak fisik, jika daya tahan tubuh kita kuat dia tidak mudah menular,” ungkapnya.

Saran dari dr. Aaron, yang harus dilakukan agar tidak terkena cacar monyet harus menjaga status imunitas, karena ini penyakit dari virus. Jika mempunyai daya tahan tubuh yang kuat dan sehat, maka susah kena cacar monyet.

Selain itu, sering mencuci tangan dengan sabun setelah menyentuh barang lain. Ketika punya penyakit komorbid, diabetes, hipertensi dan HIV, harus minum obat teratur agar daya tahan tubuh kembali kuat. Rutin olahraga, istirahat yang cukup, makanan bergizi dan minum suplemen.

“Jika ada gejala-gejala cacar monyet seperti demam, bintik-bintik di badan meyerupai cacar segera memeriksakan diri di fasilitas pelayanan kesehatan,” pintanya.

Dirinya juga meminta warga rutin memeriksakan kesehatannya, menjaga kesehatan,  meningkatkan imunitas tubuh lewat olahraga, makanan bergizi, berpikir postif dan sering cuci tangan dengan sabun. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: