Willem Wandik: Bukti Negara Hadir di Kabupaten Puncak

By

SALURKAN BLT: Bupati Puncak, Willem Wandik, SE., M.Si., bersama rakyatnya di Distrik Bina, untuk menyalurkan dana BLT dampak Covid-19, Jumat (31/7). ( FOTO: Diskominfo Puncak for Cepos

* Rawan KSB, Bupati Puncak Tetap Bagi BLT Distrik Agandugume dan Bina

ILAGA-Kepedulian Bupati Puncak Willem Wandik, SE., M.Si., kepada warganya, yang terkena dampak dari pembatasan sosial Covid-19, dibuktikan dengan kembali menyembagi dua Distrik yang dikenal sebagai distrik pelintasan Kelompok Sipil Besenjata (KSB), yakni Distrik Agandugume dan Distrik Bina, untuk menyalurkan BLT (Bantuan langsung Tunai) dampak sosial virus Corona.

Kedatangan Bupati Willem Wandik ini sebagai bukti Negara hadir bagi warganya dimanapun berada, tanpa membedakan orang. Kedatangan Bupati Willem Wamdik disambut dengan tarian perang khas setempat, dalam suasana yang aman, Jumat (31/7) lalu.

Karena kondisi keamanan di dua daerah tersebut, membuat hingga hanya Bupati Willem Wandik, petugas PT. Bank Papua Kabupaten Puncak dan BPMK (Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung) Kabupaten Puncak, yang bisa berada ke Distrik Agandugume. Sementara di Distrik Bina juga Bupati Willem Wandik hanya bersama beberapa petugas Bank dan Ketua DPRD dan Kepala Bappeda Puncak.

Di dua distrik ini, Bupati Willem Wandik mengaku bertemu dengan KSB dan sempat berbicang. Dalam pertemuan yang singkat tersebut, mereka menyampaikan sejumpah aspirasi terutama aspirasi terkait pembangunan di daerah yang dikenal sebagai daerah basis KSB.

Penyerahan BLT di Distrik Bina merupakan pusat penyaluran tiga distrik yaotu Distrik Bina, Pogoma dan Kembru. Sementara jumlah dana yang disalurkan sebesar Rp 10,6 miliar untuk lebih dari 23 kampung. Sementara di Distrik Agandugume merupakan pusat penyaluran untuk Distrik Agandugume dan Lambewi. Denagn jumlah dana  sebesar Rp 4 miliar lebih untuk 14 kampung.

Sejak tanggal 27 Juli lalu, Bupati Willem Wandik sudah melakukan program turun distrik (Turdis). Program Turdis ini untu membagikan dana BLT di 23 distrik di Kabupaten Puncak dari total 25 distrik di Kabupaten Puncak. Di antaranya di Distrik Ilaga, Ilaga Utara, Gome, Amukia, Mabugi, Gome Utara, Beoga, Beoga Timur, Beoga Barat, Sinak dan distrik lainnya.

Sama rata, sama rasa, itulah saah satu budaya yang dipegang oleh masyarakat di Kabupaten Puncak. Filosofi dari budaya bakar batu, itulah yang mendasari pembagian BLT ini. Sehingga semua warga dibagi sama rata dan adil. Bahkan dari hitungan, satu kepala keluarga bisa mendapatkan dana Rp.3-5 juta, karena terhitung dampak covid ini sejak Januari lalu.

Bupati Puncak Willem Wandik, SE., M.Si., mengatakan bahwa kedatangannya ke daerah tersebut, untuk misi kemanusiaan mewakili pemerintah pusat dalam hal ini Presiden dan para menterinya. Untuk menyerahkan dana BLT dampak sosial Covid-19. Karena akibat dari virus ini, maka semua warga Puncak terkena dampak meski mereka berada di zona hijau.

Oleh sebab itu, sebagai perwakilan dari pemerintah pusat, dirinya perlu turun dan menyerahkan BLT ini langsung kepada rakyatanya, tanpa membedakan warganya. Karena baginya, dimasa pendemi Covid-19 ini, warganya semua terkena dampak. Tidak bisa bekerja seperti biasanya dan aktvitas terbatas. Dampak tersebut terkena ke semua masyarakat, termasuk mereka yang masih berseberangan paham atau pendapat.

“Saya sempat ketemu dengan mereka kelompok bersenjata. Bagi saya, mereka juga bagian dari saudara kita, yang hanya berbeda pendapat. Mereka sampaikan Tuhan terima kasih, negara bisa hadir di sini. Mereka sampaikan kepada saya, minta pendidikan dan bandara dibangun kembali. Bangun kesehatan dan tempatkan tenaga mantri, serta grosir. Mereka juga berjanji akan jaga pembangunan,”ungkap Bupati mengulang kembali pembicaraan dengan para KSB.

Sejauh ini masyarakat di Distrik Agandugume dan Bina, biasanya mengangkut bahan makanan dari kabupaten terdekat seperti Puncak Jaya dan Lanny Jaya. Untuk itu, dirinya berencana membangun grosir di dua distrik ini, sebagai bentuk perhatian negara di daerah yang dikenal sebagai basis KSB.

“Sebenarnya untuk Distrik Agandugume kita sedang bangun lapangan terbang dan sekolah. Sementara di Bina, lapangan terbang juga sedang dilakukan pembangunan. Memang kerinduan kita sangat besar untuk membangun dengan cepat. Namun kita harus tahu bahwa keterbatasan tenaga dan biaya, terutama biaya angkutan logistic. Tetapi saya selalu katakan bahwa pemerintah selalu ada. Pemerintah tidak lari dan selalu ada. Pelan tapi pasti, kita pasti akan bangun. Negara pasti ada,”tegas Bupati Willem Wandik.

Di Distrik Bina, Bupati Willem Wandik juga bertemu dengan salah satu keluarga misionaris yang menginjili di daerah tersebut. Bupati berencana membantu biaya bagi misionaris yang sementara sedang menterjemahkan Alkitab dalam bahasa Delem yaitu bahasa daerah wilayah Distrik Bina.

Setelah dari dua distrik tersebut, keesokan harinya Sabtu (1/8) rombongan Bupati Willem Wandik didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Puncak, Ny.Elpina Kogoya Wandik, menuju ke Distrik Doufo dan Dorvos. Di, dua distrik yang berada di dataran rendah sungai Memberamo ini, Bupati Willem Wandik menyerahkan BLT berjumlah Rp 6 miliar lebih. Dimana masing-masing distrik menerima BLT Rp 3 miliar untuk 14 kampung. Kunjungan ini, mengakhiri rangkaian dua pekan, program Turdis dalam rangka pembagian BLT dampak covid-19 dari dana kampung.(Diskominfo Puncak/isak/nat)

Tinggalkan Balasan

You may also like

Hot News

%d blogger menyukai ini: